Page

Jumat, 18 Maret 2011

TRAGEDI PRAMBANAN

Sambil menunggu bus saya berjalan kaki melewati kawasan 
Candi Prambanan. 
Di pertengahan jalan dari kejauhan saya melihat ada seorang ibu 
berdiri melihat ke arah saya dan anaknya yang duduk di pinggir got.
 Ketika saya makin mendekat dan hendak melewati mereka
 ibu itu menyapa saya dan berkata ingin minta tolong 
dengan nada kasihan. 
Saya langsung menyambung bertanya gimana bu? 
Seraya duduk disamping anak laki-lakinya yang kira-kira berusia tujuh sampai sembilan tahun
 beliau pun bertanya dari mana asal saya. 
Melihat tingkah yang mencurigakan dan tidak lazim bagi seorang yang ingin minta tolong itu 
saya pun langsung meminta maaf 
dan mengatakan saya buru-buru sudah ditunggu teman 
sambil melanjutkan perjalanan meninggalkan ibu 
dan anaknya yang seolah tak memperdulikan keberadaan saya 
yang sempat berbicara dengan ibu tersebut. 
Mungkin saya salah dan dosa
 karena dari kejauhan saya sudah merasa ada sesuatu 
yang akan terjadi ketika saya mendekati mereka. 
Lebih tepatnya saya sudah mempunyai rasa curiga sebelum itu. 
Tapi tak bisa dipungkiri sampai saat ini saya masih sangat yakin 
dan percaya akan suara hati. 
Tuhan ampuni anak-Mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar