Page

Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

Kata2 terakhir sebelum selesai pertemuan itu

Mas Agus: "Kerjakanlah apa yang harus dikerjakan."

Kak Kristin: "jadi diri kalian. jgn munafik. jangan sombong. jangan tipu2."

Kak Alfons: "jgn lupa minum vit.C."

Bang Jimmy: "Jd pengurus gk usah terlalu bnyk mengeluh. terus majulah. harus ada kemajuan dr yg kmrn."

Om Bruno: "Carilah hiburan. gk perlu yg mahal2, kumpul lah bakar2 sandal jepit, terong atau apa."

Bang Veerist: "pengen ingatin, disini adalah org2 pilihan. tapi 1 aja, lakukan itu semua utk Tuhan. Kalian adalah org2 yg Tuhan syg, seyogyanya kalian jg syg sm Tuhan. Gk ada gunanya IKNA besar tp gk ada Tuhan."

Kak Vino: "Tetap semangat aja intinya. Klo tdk semangat cari cara utk semangat."

:)

Minggu, 17 Februari 2013

Minggu Sore di Maria Asumpta

Selokan mataram menebarkan aroma tak sedap sekarang. Diparkiran saya dan Alvino bercanda, apa perlu kita (IKNA) bhaksos bersihin selokan mataram lagi hahaha.
Kami percepat langkah saat lonceng berbunyi disahuti gema koor dari dalam gereja.
Misa minggu I masa prapaskah di Gereja Maria Asumpta Babarsari.
Kata Alvino dia suka misa disini karna banyak mahasiswi. Tapi kadang boring gara-gara lama. Kotbah juga kurang sedap. Tapi saya tetap pada jalurnya, dan Pastur berkotbah dengan beberapa kesimpulan yang sempat saya catat dan save di memory otak.
Dari bacaan Injil hari ini yang menceritakan tentang pencobaan kepada Yesus oleh setan, adalah prinsip bahwa:
1. Manusia hidup dari Firman Tuhan,
2. Yang patut disembah hanyalah Allah,
3. Jangan sekali-sekali mencobai.Yesus, Tuhan Allah-mu.
Hendaknya bisa kita jadikan sebagai pedoman bukan? :)

Satu lagi yang saya temukan untuk diri sendiri dan dishare yaitu, kita juga bisa belajar dari si setan. Dia tidak menyerah mencobai Yesus sekali saja. Tapi sampai 3 kali lho. Hahaha. Jadi kita juga jangan mudah menyerah kalo kerjain atau perjuangkan sesuatu yang baik. oke? Ya ngono wae lah ya :D

Sabtu, 16 Februari 2013

"RABU ABU-KU TAHUN INI"

Ini tentang hari Rabu Abu dimana semua umat katolik wajib untuk menerima tanda salib di dahi dari abu. Abu yang digunakan biasanya/setahu saya adalah abu bakaran sisa daun palem yang sudah kering, yang diberkati saat hari minggu palem masa pra-paskah tahun sebelumnya. Pengalaman dulu saat masih SMP-SMA masih tinggal di rumah, suka ngurus2 di Kapela St. Andreas Baumata, Kupang.
Baik kita tinggalkan itu, lanjut cerita rabu abu kemarin saya merasa kecewa pada diri sendiri.Why? Karena saat sampai di gereja parkiran sudah penuh. Kemudian begitu menginjakan kaki di pelataran terdengar ucapan seperti ini: "Demikianlah Injil.Tuhan" saya pun menjawab: "Terpujilah Kristus". Sahabatku, misa sudah setengah jalan, bacaan Injil selesai, dan saya baru datang. Sungguh ironi (hahaha).
Tapi apa yang kemudian saya lakukan? saya berdoa dan mengikuti kelanjutan misa dengan memohon hikmat dari Bapa. Dan apa yang saya dapat saat homili/kotbah Romo saat itu adalah: "Pikiran seringkali menjadi perancang untuk berbuat kejahatan. Maka dengan diberi salib abu di dahi, semoga pikiran kita tidak merancang hal-hal yg buruk melainkan di masa karantina puasa dan pantang ini pikiran kita sekalian selalu merancang hal-hal kebaikan."
Demikian yang ingin saya bagikan tentang Rabu Abu, semoga sahabat-sahabat yang membaca ikut memperoleh hikmat. Ameeennn!
Tuhan berkati :)